Home > Lingkungan > Pengerukan pasir pantai geger Mempercepat Kerusakan Bali

Pengerukan pasir pantai geger Mempercepat Kerusakan Bali

Reference : http://www.balipost.com

 Berita Nusantara
Jumat, 26 September 2008 | BP
Pengerukan Pasir Pantai Geger
Mempercepat Kerusakan Bali
Prediksi kawasan Bali Selatan, termasuk Kuta, akan tergenang air pada tahun 2030-an sempat mencuat dalam diskusi terbatas tentang lingkungan di Bali Post, dua tahun lalu. Saat itu, Kepala Pusreg Lingkungan Hidup Bali-Nusra R. Sudirman menyatakan, berdasarkan kajian-kajian ilmiah dan fenomena alam secara global, Bali Selatan berpotensi tergenang air alias tenggelam. Ia pun merekemondasikan agar semua kabupaten/kota di Bali memperbanyak kawasan tutupan sebagai upaya melakukan pengendalian kerusakan lingkungan yang bisa mempercepat peningkatan volume air laut. Adakah pengerukan pasir pantai Geger akan mempercepat naiknya air di Kuta?

AHLI geomorfologi Unud R. Suyarto mengingatkan kekhawatiran banyak kalangan atas dampak pengerukan pasir pantai Geger layak menjadi perhatian pemberi izin, dalam hal ini Bupati Badung. Masalahnya, teknis pengerukan yang akan dilakukan tidak jelas. Kajian terhadap kondisi pantai Geger juga tak pernah disampaikan kepada publik secara utuh. Padahal ketika amdal dibuat, wajib hukumnya ada sosialisasi secara terbuka, untuk menghindari terjadinya manipulasi terhadap potensi dan risiko. ‘Proses pengerukan ini kemungkinan besar tanpa dibarengi pengawasan teknis oleh pemberi izin. Ini jelas akan berpotensi menimbulkan kerusakan pesisir,’ ujarnya.

Ketua Walhi Bali Agung Wardana mengatakan, dalam urusan pengelolaan kekayaan alam adalah hak masyarakat untuk memperoleh informasi lingkungan, khususnya amdalnya. Dalam UU Pengelolaan Lingkungan Hidup, masyarakat mempunyai hak berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Bentuk partisipasi tersebut adalah hak untuk terlibat dalam memberikan masukan sebelum pengambilan kebijakan. ‘Sekali lagi, ini sebuah pelanggaran atas hak yang tak memberikan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan informasi,’ tukasnya.

Suyarto yang juga peneliti PPLH Unud ini mendukung penyetopan pengerukan pasir sampai adanya proses kajian yang transparan atas kandungan pasir di pantai Geger. ‘Pengerukan pasir di laut lepas harus dilihat apakah pasir itu masih berkaitan dengan pantai atau tidak. Yang pasti dampak pengerukan pasir yang tak sesuai prosedur teknis akan sangat berisiko,’ ujarnya.

Menyinggung apakah pengerukan ini berpotensi terjadinya percepatan prediksi Bali Selatan termasuk Kuta tenggelam? Suyarto mengatakan itu sangat tergantung dari perilaku pengelolaannya. ‘Pengerukan pasir di Bali Selatan jelas berisiko bagi Bali,’ ujarnya. (044/029)

Categories: Lingkungan Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: